London Has Fallen (2016)

Mike Banning: Stay in this room and wait for me to come back.

Ben Asher: And if you don’t come back?

Mike Banning: Then you’re fucked.

Ben Asher: That’s inspiring.

Poster

Directed By: Babak Najafi

Cast: Gerard Butler, Aaron Eckhart, Morgan Freeman, Alon Aboutboul, Waleed Zuaiter, Mehdi Dehbi, Shivani Ghai, Radha Mitchell, Angela Bassett, Robert Forster, Melissa Leo, Jackie Earl Haley

Synopsis:

Setelah kehilangan putrinya akibat serangan drone di hari pernikahan sang putri, seorang penjual senjata, Aamir Barkawi (Alon Aboutboul) bersama anaknya, Kamran Barkawi (Waleed Zuaiter) dan menantunya, Mehdi Dehbi (Sultan Mansoor) merencanakan balas dendam kepada negara- negara barat. Dengan pancingan berupa prosesi pemakaman Perdana Menteri Inggris, Barkawi beserta pasukan terorisnya membunuh semua pemimpin negara- negara Barat. Hanya President Ben Asher (Aaron Eckhart) yang gagal dibunuh. Kini, Mike Banning (Gerard Butler) sebagai satu- satunya Secret Service yang masih bertahan hidup, harus menyelamatkan sang presiden dan pimpinannya, Lynn Jacobs (Angela Bassett) dari kejaran anak buah Barkawi.

Review:

londonhasfallen

Semenjak rilisnya Die Hard pada tahun 1988, dunia film aksi laga memiliki sub genre baru yang menampilkan sang jagoan harus berpetualang di tempat yang terbatas. Saya pribadi menjadikan plot macam ini menjadi plot film laga favorit saya. Karena biasanya ketegangan menjadi semakin meningkat mengingat tempat yang dijadikan ruang gerak sang protagonis menjadi terbatas. Dan biasanya dirinya berlokasi sama dengan sang antagonis. Film- film baru pun keluar setelah kesuksesan film yang juga meroketkan nama mantan suami Demi Moore, Bruce Willis itu. Di antaranya ada judul- judul semacam Cliffhanger, Under Siege, Con Air, Passenger 57, Dredd, Speed, Sudden Death, sampai film lokal kualitas internasional The Raid.

2

Olympus Has Fallen yang dirilis pada tahun 2013 memiliki keberuntungan yang cukup besar. Pasalnya film ini dirilis tidak jauh berselang setelah sekuel ke-4 Die Hard ditayangkan. Di film yang ber-setting di Rusia tersebut, karakter John McClane dirubah dari seorang bad-ass menjadi seorang grumpy old man. Fans pun cukup kecewa, meskipun sebenarnya itu salah satu langkah mengoper tongkat estafet franchise ke tangan Jai Courtney. Banyak fans yang mencontohkan Olympus Has Fallen sebagai “That’s how Die Hard 5 should be.” Dan bisa dikatakan Olympus Has Fallen menjadi salah satu kuda hitam di tahun 2013 setelah bisa memenangkan hati para pecinta aksi laga dari White House Down yang memiliki tema sama, dirilis dengan jarak tidak jauh, budget lebih besar, dan predikat summer movie yang tentunya lebih prestis.

3

Yang sangat disayangkan adalah pengalihan kursi sutradara dari Antoine Fuqua ke tangan Babak Najafi, yang notabene belum memiliki pengalaman menangani film ber-budget besar, berbahasa inggris, dan dipenuhi talenta- talenta jempolan. Oke, saya setuju memang film ini diperuntukkan bagi para pecinta action. Namun coba kita rilik sedikit formula apa yang digunakan Fuqua untuk menggodok Olympus Has Fallen sehingga menjadi sebuah action package yang bagus. Pertama adalah adegan laga dengan rating R yang pastinya brutal. Lalu adegan aksi yang mengingatkan kita pada film- film tahun 90-an. Kemudian karakter jagoan ala John McClane yang bad ass dan diselingi joke- joke sarkasme. Kemudian tensi ketegangan yang sangat tinggi. Lalu karakter main villain yang kharismatik dan menyebalkan. Yang terakhir adalah essemble cast yang benar- benar terorganisir dengan rapi.

4

Di sini tampak misi Najafi hanya membawa aksi laga dengan porsi lebih besar, skala lebih besar, dan lokasi pertempuaran yang lebih luas. Jika menilik kriteria ini, London Has Fallen sudah menjalankan misinya dengan baik. Sepanjang film kita akan dipertontonkan dengan aksi laga yang tiada henti. Karakter Banningpun masih memenuhi syarat seorang bad-ass yang sudah dipupuk sejak dari film pertamanya. Hanya saja pendekatan Najafi untuk lebih memilih pesta CGI di sana- sini ketimbang aksi laga ala tahun 90-an bagi saya agak sedikit melencengkan nuansa yang sudah di-setting oleh prekuelnya. Dan CGI yang digunakan pun sangat kasar dan jika boleh saya jujur, selevel dengan film kelas B yang direct to video.

5

Selain itu, Najafi juga benar- benar membuat mubazir essemble cast yang memiliki kemampuan akting baik namun hanya sekedar tempelan belaka. Coba tengok bagaiman berkarismanya Aaron Eckhart, Morgan Freeman dan bagaimana Melissa Leo mampu mengeluarkan akting patriotis serta Robert Forster yang berakting cukup menyebalkan dalam film tersebut. Di film sekuelnya ini Eckhart menjelma menjadi Jamie Foxx di dalam White House Down, yang bukannya menjadi presiden kebanggan tapi malah seperti seorang damsel in distress yang tiba- tiba jago menggunakan senjata api. Lalu Morgan Freeman seperti “yang penting tampil di sekuel aja”, ditambah Melissa Leo dan Robert Forster yang benar- benar disia-siakan dan pastinya membuat fans lupa kalau mereka pernah main di London Has Fallen. Hal tersebut ditambah lagi menyewa Jacie Earl Haley yang seharusnya bisa memberikan sumbangsih akting yang bagus, namun diberikan porsi peran yang benar- benar terlupakan. Dan jika berbicara dari segi villain, Rick Yune benar- benar bisa memberikan karakter villain ala Hans Gruber yang kharismatik dan menjengkelkan, di sini Alon Aboutboul menampilkan kesan villain yang sangat jauh di belakang. Bahkan karakter villain-nya tersebut “yang penting ada penjahatnya aja”.

6

Kualitas cerita menjadi salah satu faktor bonus dalam film Olympus Has Fallen. Seperti kita ketahui, untuk film semacam ini, Olympus Has Fallen telah menawarkan sebuah plot cerita yang bagus dengan twist yang tertata rapi. Hal tersebut sama sekali hilang dari London Has Fallen. Namun saya pribadi tidak terlalu memusingkan masalah ini, seperti saya bilang, film semacam ini yang diharapkan hanyalah plot yang bisa membawa para karakter terlibat ke dalam sebuah adega laga seru yang menegangkan. Naskah film sekuel ini alih- alih menawarkan sesuatu yang baru, malah seperti mengulang flow yang ditawarkan Olympus. Bahkan beberapa adegan benar- benar persis dikreasikan ulang di film ini. Pada awalnya saya berfikir itu hanya sekedar fans service, namun lama kelamaan saya berfikir itu mungkin karena otak para penulis naskah sudah terkuras untuk menghadirkan adegan laga yang sangat bagus.

7

Walhasil London Has Fallen bisa sangat dinikmati asalkan kita memang hanya sekedar mengharapkan adegan laga yang penuh sesak dan melupakan bahwa ini adalah sekuel Olympus Has Fallen. Secara keseluruhan London Has Fallen mengalami penurunan jika dibandingkan dengan prekuelnya. Sekuel? Well, bisa aja sih ada seri ketiganya. Mungkin bisa diarahkan ke direct to video atau yang lagi trend sekarang ke film seri. Namun jika studio bisa menemukan sutradara yang berkualitas bagus, bisa saja sebuah penutup trilogi dihadirkan di bioskop. (dnf)

Rating:

7.5/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s