Batman v Superman: Dawn of Justice (2016)

Superman: Next time they shine your light in the sky, don’t go to it. The Bat is dead. Bury it. Consider this mercy.

Batman: Tell me. Do you bleed? You will!

Poster

Directed By: Zack Snyder

Cast: Henry Cavill, Ben Affleck, Gal Gadot, Jessee Eisenberg, Michael Shannon, Holly Hunter, Diane Lane, Scott McNairy, Callan Mulvey

Synopsis:

Dalam pertarungan antara General Zod (Michael Shannon) dan Superman (Henry Cavill) di ending Man of Steel, banyak pihak yang mengalami kerugian. Baik materil, moril, maupun kerugian jiwa. Salah satunya adalah Bruce Wayne (Ben Affleck) yang salah satu perusahaanya hancur lebur akibat pertempuran tersebut.

18 bulan kemudian, banyak masyarakat Metropolis yang mulai antipati dengan Superman. Menanggapi hal ini, salah seorang multimiliyader jahat bernama Lex Luthor (Jessee Eisenberg) menawarkan rencana untuk mengalahkan Superman dengan menggunakan sebuah pecahan batu mineral dari kapal General Zod yang bisa melumpuhkan manusia Krypton. Bruce Wayne di lain pihak yang sudah lebih dari 20 tahun melindungi kota Gotham sedang menyelidiki keterlibatan seorang tentara bayaran bernama Anatoli Knyazev (Callan Mulvey) yang disinyalir terlibat dalam pengiriman sebuah kargo berbahaya. Ternyata Knyazev dan Luthor terlibat satu sama lainnya. Bruce pun kerap bertemu dengan seorang wanita misterius bernama Diana Prince (Gal Gadot) yang memiliki agenda tersendiri terhadap Luthor.

Review:

1

Jauh sebelum berjayanya MCU yang telah memberikan wajah baru dalam dunia perfilman Hollywood, sebenarnya DC Comics telah lebih dulu berjaya. Bahkan jika ditilik lebih jauh, rencana menggabungkan lebih dari 1 superhero telah ada lewat proyek Justice League dan Batman vs Superman yang entah kenapa mandek dan berhenti tanpa ada kabar lebih lanjut. Kalau asumsi saya pribadi, ini dikarenakan hak memfilmkan karakter- karakter DC Comics eksklusif dipegang oleh Warner Bros, sementara karakter- karakter Marvel ditawarkan terbuka untuk difilmkan oleh studio manapun yang berminat untuk membeli hak filmnya. Sehingga paska kegagalan yang bertubi- tubi lewat Batman & Robin dan Catwoman yang dihujat habis- habisan oleh fans, Warner Bros terlihat tidak berani untuk melanjutkan rencana penggabungan superhero dalam satu film tersebut. Namun setelah melihat kesuksesan trilogi The Dark Knight sekaligus kesuksesan sang pesaing lewat Cinematic Universe-nya membuat petinggi Warner Bros memberikan lampu hijau untuk proyek DC Extended Universe yang dimulai 2013 lewat Man of Steel.

1

Man of Steel mendapatkan mixed review dari berbagai macam kalangan. Pasalnya pakemnya yang ingin membuat tone filmnya menjadi cenderung dark dan lebih gelap agak kurang bisa diterima bagi non fanboy yang notabene sudah terbiasa dengan film- film Marvel yang cenderung lebih ringan dan family friendly. Hal ini sebenarnya sudah diantisipasi, karena melihat hasil akhir yang dibawa oleh BvS: DoJ sendiri sebenarnya lebih mengarah untuk memuaskan para fans. Khususnya mereka yang sudah terbiasa dengan universe komik DC. Sehingga tanggapan negatif sudah pasti akan datang dari berbagai kalangan. Sebagai sebuah fans service, BvS: DoJ telah berhasil menjalankan misinya dengan baik. Dari mulai disain karakter, tone warna, sampai beberapa adegan reka ulang panel komik dari storyline- storeyline DC Comics yang populer berhasil memanjakan para fans yang benar- benar hardcore fans (bukan mereka yang ngaku- ngaku ngerti dan suka baca komik padahal komik juga cuman 1-2 yang dibaca… sama aja kaya saya sekali dua kali pernah nonton sepakbola tapi lantas tidak langsung otomatis menasbihkan diri menjadi seorang sportsfan). PS: Tidak mungkin ada fanboy yang tidak girang melihat scene superhuman footage.

3

Dari segi plot kisah sebenarnya sudah rapi tertuang dari goresan tangan David S. Goyer dan Chris Terrio sudah cukup baik untuk membuka pintu bagi kemungkinan adanya kisah Justice League. Hanya saja eksekusi akhirnya menjadi terlihat terlalu padat dan jujur agak dragging hingga 2/3 film. Dan hal ini sebenarnya menjadi salah satu batu ganjalan yang cukup signifikan. Mungkin memang Snyder masih belum mampu diberikan beban tanggung jawab proyek yang berskala besar seperti ini. Jika ingin dibandingkan dengan Nolan yang cukup mampu meracik plot yang cukup berat menjadi sebuah sajian film yang mengibur, bukan hanya bagi fans Batman saja. Namun juga bagi para penonton awam, dan bahkan bisa menciptakan fanbase baru. Kepenuh sesakan plot cerita sebenarnya didasari oleh kejar target untuk memberikan landasan kisah yang cukup kuat untuk nantinya memungkinkan adanya film Justice League. Sehingga hal ini mengorbankan ritme kisah yang cenderung membosankan bagi sebagian besar orang.

4

Kredit tersendiri patut disematkan kepada Patrick Tatopoulos yang dengan sukses mendesain berbagai macam atribut universe, khususnya gadget Batman serta batwing dan batmobile. Sinematografi juga cukup apik, apalagi dalam menggambarkan gloomy serta dahsyatnya pertarungan final yang digambarkan sangat komik dan cukup seru. Ketiga adalah Hans Zimmer yang berkolaborasi dengan Junkie XL yang telah berjasa besar memberikan sentuhan musik yang benar- benar memberikan nyawa tersendiri bagi filmnya. Namun jika ingin membicarakan nilai buruk dari film ini salah satunya adalah editing yang sangat sangat tdiak rapi dan terlihat terlalu terburu- buru.

5

Dari jajaran casting, terdapat 2 nama yang menurut saya paling berjasa besar bagi film ini. Yaitu Ben Affleck dan Gal Gadot. Mereka berdua berhasil membuktikan kalah pilihan yang jatuh ke tangan mereka adalah sebuah keputusan yang tepat. Affleck menjelma menjadi karakter Batman yang brutal dan bad ass. Perpaduan antara apa yang ada di franchise game Arkham dan hasil imajinasi Frank Miller. Dan Batfleck adalah Batman yang memiliki fighting style terkeren sepanjang sejarah perfilman. Gadot berhasil memberikan sentuhan perpaduan antara gambaran seorang pejuang wanita dengan seorang lady, hal ini memang pas untuk seorang Wonder Woman, belum lagi pada saat kemunculannya dalam kostum Wonder Woman pertama kali di film yang berpadu sempurna dengan score dari Zimmer yang benar- benar sangat baik dan bisa dikatakan salah satu scene terbaik dari film ini. Cavill mengalami degradasi akting dibandingkan Man of Steel. Permainan emosinya kurang dapat, padahal dalam film ini seharusnya digambarkan Superman sedang dalam keadaan yang dilematis, namun akting Cavill cenderung datar. Amy Adams semakin terlihat tua, entah kenapa dari awal dia yang terpilih menjadi Lois Lane mengingat keterpautan usia yang sangat jauh dengan Cavill. Di Man of Steel, balutan make up bisa menipu usianya, namun di sini terlihat sangat tua. Irons bagus dan mampu memberikan sosok Alfred yang berbeda. Eisenberg yang saya rasa kurang pas jadi Luthor. Sepertinya aktinya agak ke Joker- Joker-an dan malah menurut saya lebih cocok menjadi The Riddler ketimbang seorang Lex Luthor. Apalagi mengingat dia akan di set menjadi villain utama di DCEU. Rasanya seharusnya ada aktor lain yang lebih pas dibanding dia.

6

Seperti saya bilang di awal, BvS: DoJ merupakan sebuah film yang memang diperuntukan bagi hardcore fans yang sudah terbiasa mengikuti komik- komik DC. Namun gaya bercerita Snyder terlalu membosankan bagi penonton awam. Seharusnya dia bisa menggali lebih dalam lagi dan lebih memperhatikan bagaimana penonton awam bisa menyaksikan film ini dengan lebih antusias. Untuk gimmick 3D, sudah sangat baik meski layar yang cenderung jadi lebih gelap membuat lebih baik disaksikan di layar 2D, jika mau 3D mending ke IMAX. Namun Snyder telah memberikan fans service yang cukup dahsyat. Terlebih ketika Trinity berkumpul dalam satu scene melawan Doomsday. So, what are you? A fanboy who actually digs comic book so much or just an ordinary moviegore who needs some pop corn movie? (dnf)

Rating:

7/10

4 thoughts on “Batman v Superman: Dawn of Justice (2016)

  1. Y Stlh menyaksikan flm ini memang plotnya terasa trlalu padat utk satu flm&agak berantakan, kemunculan plng mencuri perhatian memang sosok Wonder Woman-nya Gal Gadot, cck skli. Utk Aquamen, Cyborg, Flash, Wonder Woman bhkan Batman akan dibuat film Solonya sblm kemunculan Justice League?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s