Warcraft: The Beginning (2016)

Durotan: Our hope is destroyed. There is nothing to go back to. Is war the only answer?

Poster

Directed By: Duncan Jones

Cast: Travis Fimmel, Paula Patton, Ben Foster, Dominic Cooper, Toby Kebbell, Ben Schnetzer, Robert Karzinsky, Clancy Brown, Daniel Wu, Anna Galvin, Ruth Negga, Callum Keith Rennie

Synopsis:

Azeroth merupakan sebuah sebuah alam dunia yang damai dan dimpimpin oleh King Llane (Dominic Cooper). Namun ketenangan tersebut dikacaukan oleh pasukan Orc dari dunia lain menggunakan sebuah portal antar dimensi. Tujuan mereka cuma satu; memusnahkan semua penghuni Azeroth dan menjadikan tempat tinggal mereka yang baru setelah dunianya hancur. King Llane memerintahkan beberapa orang kepercayannya seperti; Lothar (Travis Fimmell), Medivh (Ben Foster), dan Khadgar (Ben Schnetzer) untuk mencari tahu perihal masalah ini sekaligus memikirkan solusinya agar bencana kehancuran Azeroth bisa dihindari.

Salah seorang pemimpin suku kaum Orc, Durotan (Toby Kebbell) merasa bahwa peperangan bukanlah cara terbaik untuk mencari tempat tinggal yang baru. Karenanya dia, bersama letnannya sekaligus sahabatnya, Orgrim (Robert Kazainsky) mengerahkan pemberontakan untuk melawan kedikatoran Gul’dan (Daniel Wu), pimpinan para Orc yang memiliki kemampuan ilmu sihir hitam.

Review:

1

Berbeda dengan adaptasi komik, adaptasi video game ke dalam media film dipandang dengan sebelah mata oleh para kritikus. Pasalnya kebanyakan tidak memiliki kualitas yang bagus. Sementara fans asli juga banyak yang cukup kecewa dengan adaptasi game. Karena kurang bisanya experience yang didapati di game, atau gameplay yang menjadi ciri khas game tertentu untuk dihadirkan ke dalam layar. Belum lagi keterbatasan durasi yang membuat story menjadi terlalu dangkal (bagi yang gemar bermain game pasti tahu belakangan ini cerita game lebih kompleks dan lebih menarik ketimbang film). Kredit tersendiri atas padangan negatif tersebut perlu kita berikan kepada Uwe Boll, seorang sutradara spesialis adaptasi game yang kerap menjadi bulan- bulanan para kritikus akibat buruknya saat menangani sebuah film. Namun anehnya mendapatkan respon cukup baik saat membuat sebuah film non adaptasi game berjudul Rampage. Saking buruknya kualitas sang sutradar sampai- sampai pihak Blizzard menolak mentah- mentah tawaran sang sutradara untuk membeli hak cipta pembuatan film Warcraft. Hanya satu- dua franchise adaptasi game yang bisa dikatakan berhasil, seperti Resident Evil dan Tomb Raider.

2

Warcraft sendiri merupakan franchise game buatan Blizzard Entertainment yang memiliki genre Real Time Strategy dan sudah melahirkan 5 seri inti. Di luar video game, sayap Warcraft sendiri sudah melebar ke media- media lain, seperti novel, buku, board game, card game, action figure, dan lain sebagainya. Inti dari permainannya adalah pemain diharuskan untuk mengerahkan sejumlah pasukan untuk menyereang pasukan lawan. Seiring perkembangan jaman, franchise ini sudah merambah ke ranah online gaming lewat jilid keempatnya, World of Warcraft. Jadi bisa dikatakan fanbase dari game yang sudah berusia lebih dari 20 tahun ini sudah cukup kuat dan memiliki banyak anggota dari berbagai kalangan dan usia.

2

Banyak yang membanding- bandingkan film ini dengan The Lord of The Rings. Wajar, pasalnya mahluk mahluk fantasi yang dipakai kurang lebih sama. Orc, elf, dwarf memang menjadi salah satu latar belakang karakter dari film ini. Peperangan di antara para mahluk fiksi tersebut juga menjadi plot inti dari film ini. Apalagi Warcraft diniatkan untuk dijadikan sebuah trilogi. Yang menjadi jualan utama dari film ini adalah peperangan yang cukup epik. Tidak perlu memiliki cerita yang berbelit- belit layaknya fantasi rekaan JRR Tolkien tersebut. Dan bisa dikatakan memang, CGI memiliki peran yang cukup dominan dalam film ini. Sinematogrfinya juga membuat film ini mirip dengan game. Apalagi pemilihan warna- warna cahaya yang mencirikan tempat tinggal masing- masing ras. Hal ini membuat kualitas format IMAX-nya menjadi sangat bagus. Meskipun gimmick 3D kurang begitu efektif dalam memberikan kesan depth dan pop- up.

4

Jajaran cast bukanlah sesuatu yang perlu dipikirkan terlalu serius. Film semacam ini tidak membutuhkan akting yang bagus dan yang penting hanya bisa beraksi memuaskan penggemar laga fantasi semata. Makanya bakat seperti Ben Foster cukup disayangkan di dalam film ini. Karena tidak memiliki kesempatan untuk mengeksplor kemampuannya dalam mengolah akting. Yang cukup menarik bagi saya adalah disain karakter Orc. Oke, saya tidak main game- nya dan pengetahuan saya cukup sebatas melihat gambat dan mendengar cerita- cerita teman yang bermain film ini. Namun apa yang menjadi visualisasi saya dari cerita sekaligus rujukan gambar screenshot game- nya, tampilan Orc di film ini sudah cukup baik. Dan beberepa scene juga memang sudah cukup mewakili permainan strategi perang seperti melihat camp secara birdview yang menggambarkan para tentara sedang sibuk untuk mempersiapkan sebuah pertempuran.

5

Secara naskah, sebenarnya film ini tidak terlalu istimewa. Hanya saja untuk meletakkan batu dasar dari sebuah trilogi sudah cukup baik. Bisa dikatakan film ini menjadi sebuah origin dari apa yang nantinya akan dikembangkan dikedua sekuelnya. Dan hal ini memang sudah di-treat dengan begitu apik oleh Duncan Jones. Sehingga hal ini juga menjadikan film ini semakin mirip dengan The Lord of The Rings (at least for some people). Karena dengan treatment semacam ini kesinambungan cerita antar episode menjadi suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Dalam arti si penonton harus menonton film pertamanya dulu baru bisa mengerti cerita di film- film berikutnya. Dan apakah cukup membuat penonton penasaran dengan kelanjutannya? Well, buat saya pribadi, saya cukup penasaran. (dnf)

Rating:

7.5/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s