The Conjuring 2 (2016)

Lorraine Warren: “After everything we’ve seen, there isn’t much that rattles either of us anymore. But this one. This one still haunts me.”

conjuringpostersmall

Directed By: James Wan

Cast: Vera Farmiga, Patrick Wilson, Madison Wolfe, Frances O’Connor, Lauren Esposito, Benjamin Haigh, Patrick McAuley, Simon McBurney

Synopsis:

Paska menangani kasus paranormal yang kelak dikenal dengan sebutan The Amityville Horror, pasangan suami- istri Ed (Patrick Wilson) dan Lorraine Warren (Vera Farmiga) mendadak menjadi sorotan publik. Namanya pun mulai terkenal dan menjadi perbincangan di mana- mana. Karenanya, ketika mendengar sebuah peristiwa yang sama persis di sebuah rumah di Enfield, Inggris, pihak gereja memanggil mereka untuk menyelidiki lebih lanjut apakah aktivitas paranormal di rumah tersebut adalah hoax atau benar- benar merupakan sebuah kejadian ghaib.

Review:

1

Ada yang menyebutkan bahwa sepasang suami istri akan menjadi sangat kuat jika memiliki minat dan profesi yang saling mendukung. Seperti Edward dan Lorraine Warren. Ed adalah seorang veteran perang dan polisi yang secara otodidak mempelajari demonology, sebuah ilmu yang mempelajari tentang iblis, setan, dan mahluk- mahluk ghaib terkait lainnya. Lorraine adalah seorang indigo yang membuka praktek untuk mempelajari kejadian masa lalu ataupun kejadian spiritual lainnya terhadap seseorang, suatu benda, ataupun sebuah tempat. Ketertarikan mereka terhadap dunia tak kasat mata mendorong mereka untuk mendirikan New England Society for Psychic Research, sebuah komunitas pemburu hantu tertua di New England. Selama perjalanan karirnya, Ed dan Lorraine kerap dimintai untuk menangani kasus- kasus spiritual yang cukup heboh pada saat itu. Tidak sedikit kasus- kasus mereka yang menjadi sorotan publik. Baik itu yang mempercayai, ataupun yang menganggap itu semua hanya hoax. 

2

Hingga sekarang, Ed dan Lorraine Warren dianggap menjadi salah satu dua tokoh yang cukup berpengaruh di dalam dunia perburuan alam ghaib dan banyak karya- karyanya yang dibukukan dan diadaptasi menjadi sebuah karya film. Dan di antara sekian judul yang telah diangkat, film The Conjuring- lah yang mendapatkan tempat istimewa, dikarenakan kualitasnya yang sangat dipuji dan memakai kedua pasangan tersebut sebagai karakter protagonis utama. Sehingga dinilai cukup setia. The Conjuring juga mempopulerkan karakter Annabelle, yang hingga kini dianggap menjadi salah satu ikon horor yang cukup legendaris. Hingga dibuatkan spin- off-nya tersendiri, yang sayangnya memiliki kualitas jauh di bawah dan dicap hanya menempel kepopuleran si boneka dan film The Conjuring-nya saja. Bisa jadi karena tidak langsung ditangani James Wan. Pasalnya jika kita tilik lebih lanjut, semua film horor yang disutradarai oleh sutradara yang juga gemar menjadi cameo tersebut mendapatkan tanggapan yang positif. Namun ketika dibuatkan sekuel dan posisi sutradara diganti orang lain, esensi horonya menjadi berkurang dan efek jump scare dan kengeriannya mengalami degradasi yang menjadikan kualitasnya menurun. Untungnya sang sutradara memilih untuk melanjutkan film The Conjuring 2 ketimbang menerima bayaran yang (kabarnya) sangat fantastis untuk melanjutkan saga Dominic Toretto.

3

Yang menjadikan The Conjuring dan Insidious disukai publik adalah pendekatan James Wan yang menggunakan template horor klasik ala- ala tahun 60 dan 70-an. CGI yang minim, make up yang sempurna, dan didukung oleh original score dari Joseph Bishara yang terbukti mampu meneror penonton dan memberikan kengerian di otak mereka. Hal ini menjadikan James Wan diplot sebagai sutradara yang memiliki masa depan yang cerah. Terlebih dengan campur tangannya dalam perpisahan Paul Walker di seri ketujuh sebuah franchise film balap- balapan. Bahkan filmnya yang kurang begitu terkenal seperti Dead Silence dan Death Sentence memiliki kualitas yang cukup baik. Kembali ke The Conjuring 2, pemilihan kasus Enfield Poltergeist sebagai plot utama film ini merupakan sebuah langkah yang tepat. Pertama kasus ini disebut- sebut sebagai England Amityville karena memiliki kesamaan dalam berbagai segi. Kedua, memang kasus Amytiville Horror sangatlah terkenal, dan jika difilmkan sudah pasti akan memiliki daya jual tersendiri. Namun kasus tersebut sudah sangat terkenal. Bahkan sudah 2 kali difilmkan dengan memasang si Deadpool dan Hit-Girl sebagai cast di film terakhir. Sudah pasti akan dibanding- bandingkan dan tidak memberikan sisi fresh tersendiri. Sementara Enfield Poltergeist baru hanya dibuat sebatas dokumenter atau TV seri saja.

4

James Wan memberikan nilai- nilai lebih yang membuat film ini memiliki level di atas film pendahulunya. Yang pertama adalah memberikan ruang lebih untuk mengembangkan chemistry di antara Ed dan Lorraine, sehingga penonton semakin memiliki keterikatan batin terhadap kedua karakter protagonis tersebut. Wan bahkan mampu memberikan kesan romantis dan menyentuh yang bisa menambah nafas kedua karaker tersebut di tengah- tengah gempuran adegan- adegan seram. Hanya saja, dari interaksi dan ikatan di antara Warrens dan keluarga Hodgson tidak sedekat dengan keluarga Perron di film pertamanya. Sehingga kurang menunjukkan simpati dari si pengusir hantu dengan para “pasien”nya. Dari segi jump scare, The Conjuring 2 ternyata telah belajar dari kesalahan film pertamanya. Saya menilai hampir semua adegan- adegan seram film pertama telah diumbar di berbagai versi trailer-nya. Sehingga bagi yang gemar berburu trailer seperti saya, sudah tidak kaget lagi. Tapi di film sekuel ini, Wan terasa pelit untuk mengungkapkan adegan- adegan seramnya sehingga tetap terutup rapat untuk membuat anda lompat dari bangku saat menonton.

5

Seperti saya bahas di atas, The Conjuring telah melahirkan karakter Annabelle yang bahkan lebih dikenal dibandingkan karakter Batsheba, yang menjadi karakter antagonis utamanya. (Jelas, karena kurang memiliki wujud yang memorable untuk standar film horor). Masih ingatkah dengan villain- villain horor sepanjang masa? Gak usah jauh- jauh deh, dari franchise Insidious aja. Karakter The Dark Bride dan Lipstick- Face Demon cukup membekas di hati penonton dikarenakan memiliki tampilan fisik yang cukup unik dan bisa membedakan di bandingkan karakter- karakter horor lainnya. Di film keduanya ini, James Wan coba menciptakan karakter Demon Nun, yang bagaikan perpaduan antara Sister Act dan Marilyn Manson. Kemunculan- kemunculan serta wujud fisik karakter tersebut sudah pasti bisa memberikan bekas tersendiri di otak para penonton. Karena tadi itu, memiliki template yang unik dibandingkan karakter- karakter horor lainnya. Jika dibandingkan dengan Crooked Man dan Bill Wilkins, karakter Demon Nun memang yang sangat memorable. Crooked Man sayangnya ditangani dengan balutan CGI yang terlalu banyak sehingga kurang memberikan kengerian dari segi bentuk.

6

3 Aspek lain yang memberikan nilai lebih dari film ini adalah score, sinematografi, dan editing. Score sudah tidak perlu dibahas lagi jika ditangani oleh Joseph Bishara. Sinematografi yang ditangai oleh Don Burgess mampu memberikan kesan depressing serta efek- efek film horor klasik. Dengan tone dark dan abu- abu mampu menunjukkan perasaan alone dan hopeless yang dialami keluarga Hodgson. Editorial Department juga perlu diberikan kredit tersendiri atas kerjanya yang sangat baik, khususnya di beberapa scene horor. Dengan adanya peningkatan- peningkatan dari berbagai segi, sudah sewajarnya jika The Conjuring 2 dinobatkan sebagai salah satu film sekuel yang mampu mengungguli film pertamanya. Dan apakah nantinya akan ada sekuel keduanya? Well, jika dilihat sekuel Annabelle saja sudah sedang tahap persiapan, sudah dapat dipastikan The Conjuring 3 pun akan dibuat dan menjadi penutup trilogi (pengennya, daripada kaya franchise horor lain yang makin lama makin gak jelas). Tinggal bagaimana pihak studio melobi James Wan supaya tetap mau menjadi pimpinan proyeknya. Karena masih banyak kasus- kasus The Warrens lainnya yang siap untuk difilmkan. Seperti The Haunting in Connecticut (Snedeker Family), Demon Murder, Smurl Family, Union Cemetery, dan Werewolf. (dnf)

Rating:

9/10

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s