Now You See Me 2 (2016)

Thaddeus Bradley: “Are you listening horsemen? You will get what’s coming to you. In ways you can’t expect.”

Poster

Directed By: Jon M. Chu

Cast: Jesse Eisenberg, Woody Harrelson, Mark Ruffalo, Dave Franco, Lizzy Chaplan, Daniel Radcliffe, Jay Chou, Michael Caine, Morgan Freeman

Synopsis:

Dalam sebuah misi untuk menyibak kebusukan di tengah peluncuran produk telekomunikasi Octa 8, The Horsemen yang terdiri dari Daniel J. Atlas (Jesse Eisenberg), Merritt McKinney (Woody Harrelson), Jack Wilder (Dave Franco), dan anggota baru, Lula May (Lizzy Chaplan) diganggu oleh sosok misterius yang kemudian diketahui adalah Walter Mabry (Daniel Radcliffe). Bukan hanya mengganggu show tersebut, tapi Mabry juga menculik keempat Horsemen dan mengungkap jati diri horseman kelima, yang tidak lain tidak bukan adalah Special Agent Dylan Rhodes (Mark Ruffalo).

Horsemen yang kemudian diculik oleh Mabry diperintahkan untuk mencuri sebuah chip yang mampu membongkar informasi dari seluruh komputer di dunia. Hal ini dilakukan karena Mabry menganggap The Horsemen bertanggung jawab terhadap investasinya yang hancur di perusahaan Tressler Insurance yang dimiliki oleh Arthur Tressler (Michael Caine). Di tengah keputusasaan untuk menemukan “anak didik”nya, Dylan mau tidak mau harus bekerja sama dengan musuh terbesarnya, Thaddeus Bradley (Morgan Freeman) yang mengetahui siapa dalang di balik hal yang menimpa para Horsemen.

Review:

1

Now You See Me memiliki berbagai macam potensi untuk menjadi sebuah sleeper hit. Essemble cast yang solid, cerita yang rapi, plot yang menarik, serta dilengkapi dengan twist yang terjaga rapi hingga akhir cerita. Tidak mengagetkan film yang disutradarai oleh Louis Leterrier lantas menjelma menjadi salah satu kuda hitam pada tahun 2013. Sebenarnya Now You See Me tidak jauh berbeda dengan film- film conman dan heist kebanyakan. Hanya saja cara cerita yang dikembangkan dari ide Boaz Yakin dan Edward Ricourt disajikan layaknya menonton pertunjukan sulap, yang menjadi warna inti dari plot film ini. Tipuan, trick, dan bagaimana dari awal penonton di-distract dengan sosok wanita cantik sehingga tidak memperhatikan rahasia trick sebenarnya menjadi nilai jual yang membedakan film ini dengan film- film lainnya. Kesuksesan Now You See Me menjadikan salah satu film dengan naskah orisinal di tahun 2013 yang cukup berpartisipasi dalam menambah laba Lionsgate. Sontak saja, film yang (saya prediksikan) kelak suatu saat nanti akan menjadi sebuah cult dan (mungkin saja) beberapa puluh/ belas tahun ke depan akan di reboot ini mendapatkan lampu hijau untuk sebuah sekuel. (Dan kemudian sekuel kedua yang akan dirilis tahun 2017/ 2018).

2

Kesalahan terbesar dalam memfilmkan sekuel ini adalah dengan memecat Boaz Yakin dan Edward Ricourt dan menggantikannya dengan Pete Chiarelli yang kali ini menemani penulis naskah Ed Solomon. Nampak duet Chiarelli dan Solomon tidak memahami bagaimana cara untuk memperlakukan naskah franchise ini. Di tangan mereka, Now You See Me 2 menjelma menjadi sebuah sajian blockbuster biasa yang memiliki twist murahan serta tidak secerdas dulu. Malah menurut saya pribadi, sepertinya mereka sendiri tidak memahami naskah film sebelumnya, di mana Solomon sebenarnya terlibat sebagai penulis naskah berdampingan dengan duo kreatornya. Seperti contoh, di film pertama kita diberi keyakinan bahwa Dylan seolah- olah adalah seorang karakter yang cukup berpengaruh di organisasi The Eye. Namun di sekuel ini, nampak posisinya tidak lebih dari keempat anak didiknya di organisasi rahasia pembela kebenaran tersebut. Belum lagi adegan kilas balik atas masa lalu Dylan yang jauh berbeda dengan extended version versi home video film Now You See Me. Penjelasan mengapa karakter Henley Reeves (dimainkan di seri pertama oleh Isla Fisher, yang tidak bisa kembali gabung karena tengah mengandung) digantikan oleh Lula May juga terlalu cheesy. Dan yang terlebih lagi adalah bagaimana twist yang rencananya bisa menjadi sebuah reveal yang brilian, berubah menjadi terkesan terlalu dipaksakan.

3

Jon M. Chu kembali membuat sebuah sekuel yang berantakan dan seolah- olah menghianati film pertamanya. Masih membekas di hati bagaimana dia mematikan karakter Duke di sekuel G.I. Joe dan mengedepankan karakter Roadblock sebagai jagoan utamanya. Hanya demi menjagoankan Dwayne Johnson saja. Kali ini begitu pula dia mengotori sekuel Now You See Me ini. Namun jika dilihat dari trick sulap yang dihadirkan, film ini cukup memberikan pengalaman baru dengan menawarkan trick- trick sulap yang baru. Salah satu yang terbaik dari film ini adalah pada saat keempat horsemen menggunakan keahlian bermain kartu saat melakukan pencurian. Bisa dikatakan itu satu- satunya adegan yang menarik dari film ini. Jelas saja mengenai trick sulap akan sangat menarik, karena kali ini David Copperfield naik jabatan menjadi co-producer setelah sebelumnya hanya menjadi technical advisor yang tidak disebutkan di credit. Sudah pasti dengan naiknya jabatan akan membuat dirinya lebih leluasa untuk memberikan trick- trick sulap baru yang menarik. Namun (lagi- lagi) ending yang menghadirkan rentetan sulap, yang seharusnya menjadi sebuah plot yang cerdas, malah tidak ubahnya sebagai tontonan street magic biasa.

4

Bakat cast di film ini terasa disia- siakan. Padahal sebenarnya film ini memiliki jajaran pemain yang tidak bisa diremehkan (oke, lupakan Eisenberg yang sambil ingusan teriak “ding ding ding” dari penjara). Hanya Radcliffe dan Harrelson saja yang sepertinya diberikan kesempatan untuk membuktikan bakat aktingnya. Radcliffe bisa membawakan peran spoiled-brat-play-gangster dengan baik dan cukup menyebalkan. Woody Harrelson, yang bisa dikatakan memiliki akting yang paling baik di film ini. Perannya yang kali ini menghidupkan dua karakter sangatlah baik. Terutama saat memainkan Chase McKinney (dengan bantuan aktor Brick Patrick sebagai body double-nya). Satu lagi bakat yang sangat disia- siakan, dan bagi saya pribadi sangat dipaksakan, adalah dengan memasang Jay Chou sebagai salah satu karakter pendukung. Terlihat ini adalah usaha untuk menembus pasar Asia, yang sebenarnya dengan tidak usah memakai nama biduan tersebut sudah cukup menjual. Dan bisa dikatakan pemilihan aktor ini juga dimaksudkan sebagai trivia, di mana sang aktor terkenal suka menggunakan trik- trik sulap di sela- sela pertunjukannya. Untungnya segala kekurangan tersebut masih didukung oleh soundtrack yang enerjik dan asik di telinga.

5

Now You See Me 2 sekali lagi membuktikan pendapat bahwa film sekuel memiliki kualitas di bawah film pertamanya. Dan membuktikan bahwa Jon M. Chu tidak memiliki kualitas seorang sutradara film sekuel (yang anehnya, menurut kabar yang beredar, dirinya sudah diplot untuk menangani Now You See Me 3). Saya berharap ke depannya, jika memang harus dan gak ada pilihan lain selain M. Chu sebagai sutradara, setidaknya Lionsgate mau mengajak duo kreator untuk memegang naskah. Sehingga plot cerita menjadi lebih terarah, rapi, dan menarik seperti film pertamanya. (dnf)

Rating:

7/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s