Suicide Squad (2016)

Harley Quinn: We’re bad guys. That’s what we do.

Poster

Directed By: David Ayer

Cast: Will Smith, Margot Robbie, Joel Kinnaman, Viola Davis, Karen Fukuhara, Jai Courtney. Adewale Akinnuoye- Agbaje, Jared Leto, Jay Hernandez, Cara Delevingne, Ike Barinnholtz, Ben Affleck, Scott Eastwood

Synopsis:

Amanda Waller (Viola Davis) adalah seorang petinggi di agensi pemerintahan yang menyelidiki perihal eksistensi metahuman (atau manusia yang memiliki kekuatan khusus). Dia memiliki wacana untuk membentuk sebuah kesatuan yang bernama Task Force X yang tediri dari penjahat- penjahat dengan kemampuan di atas manusia normal yaitu: Enchantress/ June Moone (Cara Delevingne), Deadshot/ Floyd Lawton (Will Smith), Harley Quinn/ Harleen Quinzel (Margot Robbie), Captain Boomerang/ Digger Harkness (Jai Courtney), El Diablo/ Chato Santana (Jay Hernandez), Killer Croc/ Waylon Jones (Adewale Akinnuoye- Agbaje), dan Slipknot/ Christopher Weiss (Adam Beach).

Ketika Enchantress berhasil kabur dari pengawasan Rick Flag (Joel Kinnaman), bawahan Waller yang bertugas untuk mengawasi gerak- gerik Task Force X di lapangan, yang juga kekasih June, pemerintah memerintahkan Amanda untuk mengaktifkan para anggota lainnya untuk menangkap Enchantress yang telah bekerja sama dengan kakaknya, Incubus untuk memusnahkan umat manusia. Rick Flag pun ditugaskan kembali untuk mengawasi para anggota lapangan dengan dibantu oleh Katana/ Tatsu Yamashiro (Karen Fukuhara) yang menjadi “bodyguard” bagi Flag.

Namun ancaman bagi Task Force X bukan hanya datang dari Enhantress belaka, namun juga dari The Joker (Jared Leto) yang menggunakan berbagai macam cara untuk membebaskan Harley Quinn, kekasihnya.

Review:

suicide-squad-movie-2016-katana-karen-fukuhara-1024x512

Bisa dikatakan Marvel sekarang telah menjadi baromoter dan trend setter sendiri bagi film bergenre superhero. Berbeda dengan beberapa dekade sebelumnya, di mana kubu lawan, DC Comics unggul dalam film- film adaptasi komiknya. Namun entah karena takut, atau tidak pede, ide untuk menyatukan para jagoan utamanya dalam sebuah film Justice League, malah “dicuri” oleh Marvel dengan membuat landasan yang rapi untuk sebuah franchise yang disebut sebagai Marvel Cinematic Universe. Merasa kebakaran jenggot, DC, yang telah telah beberapa tahun langsung tancap gas dengan mengumumkan beberapa proyek filmnya ke depan pada acara Comic Con beberapa tahun lalu. Di antara jajaran film yang diumumkan, Suicide Squad-lah yang seakan memberikan janji manis untuk mengangkangi eksistensi MCU. Pasalnya premis yang disebutkan adalah menggambarkan jagoannya adalah barisan para penjahat dari anggota Justice League. Hal ini memang sudah biasa di dunia komik, di mana para penjahat populer diberikan satu seri komik tersendiri di mana alur cerita mengharuskan dirinya menjadi karakter protagonis. Namun untuk dunia film genre superhero, ini adalah hal baru. Sebenarnya jika seandainya film Sinisters Six jadi dibuat oleh Sony, bisa menyaingi kisah Suicide Squad ini.

2

Materi promosi yang begitu gencar sekaligus barisan trailer dan TV Spot yang ternyata bukan hanya direspon positif oleh fans DC, namun juga oleh fans awam yang langsung menjadikan film Suicide Squad masuk ke daftar tunggu, membuat kepopuleran film ini menjadi meningkat. Belum lagi animasi Assault on Arkham yang sangat bagus dan memberikan gambaran sesuai untuk Suicide Squad mendekati komiknya, digemari oleh berbagai golongan penonton.  Namun ternyata materi promosi yang nyaris sempurna tersebut menjadi bumeran tersendiri bagi filmnya. Ekspektasi yang terlalu tinggi malahan menjadikan film ini sedikit banyak melahirkan banyak kekecewaan. Meskipun sebenarnya secara sajian hiburan masih cukup menghibur, tetapi jika dibandingkan dengan ekspektasi yang sudah kadung tinggi, film ini justru kurang begitu greget.

suicidesquad.0.0

Oke, sebelum menyebutkan apa saja yang mengecewakan, saya coba menjabarkan apa saja nilai positif dari film ini. Pertama sudah tentu barisan aktor- aktris yang terpilih untuk merepresentasi karakter- karakter komiknya. Acungan jempol paling banyak patut kita berikan kepada Margot Robbie. Bahkan jika dibandingkan dengan Jared Leto, penampilan Robbie lebih mendekati bayangan Harley Quinn, bagi yang mengikuti komiknya. Campuran antara kegilaan dibalik sosok Harleen Quinnzel yang naif bisa dimainkan dengan apik oleh aktris yang belakangan lagi naik daun ini. Hampir dipastikan setiap penampilannya mampu mencuri perhatian. Bisa jadi karakter Harley Quinn akan meningkat kepopulerannya bagi para penonton awam. Dan film solonya sendiri sudah dipastikan akan hadir, dengan Robbie yang akan memproduseri secara langsung. Berikutnya adalah Joel Kinnaman yang nyaris sempurna memerankan Rick Flag dan Cara Delevigne sebagai Enchantress yang tampilannya cukup mengerikan. Didaulat sebagai garda terdepan sekaligus pendongkrak box office, bagi saya pribadi Will Smith (sesuai ekspektasi) fail sebagai Deadshot. Deadshot yang hadir di film ini tipikal another-will-smith-character dan bukannya Floyd Lawton yang mampu menggambarkan aura seorang pembunuh bayaran nomor satu. Bahkan Will Smith di film ini lebih mirip seperti Mike Lowrey di dwilogi Bad Boys.

4

Jared Leto sudah pas berperan sebagai The Joker. Namun performance-nya belum mampu menyaingin Heath Ledger atau Jack Nicholson. Oke, secara akting, aktor kelas Oscar ini telah mampu memberikan gambaran The Joker yang berbeda. Namun memang bebannya di film ini paling berat, mengingat keseluruh aktor yang sempat memerankan peran ini, baik Nicholson, Ledger, Cesar Romero, atau Mark Hamill sekalipun telah memberikan gambaran sempurna akan sosok badut psikopat itu dan mampu memberikan touch berbeda di antaranya. Dan jika mengingat bebannya yang terlalu berat, sekaligus scene appearance-nya yang tidak terlalu dominan di film ini, masih bisa dimaklumilah, sekaligus berharap di film solo Batman nanti akan lebih sempurna lagi. Penampilan Leto dan Robbie mampu menggambarkan dengan sempurna hubungan Mad Love antara The Joker dan Harley Quinn. Dan selepas film ini bisa dipastikan mereka akan menjadi the sweetest couple bagi para pecinta film superhero. Viola Davis bermain cukup menyebalkan dan sudah mampu membawakan karakter abu- abu Amanda Waller dengan sempurna. Sisa aktor- aktris lainnya, baik itu Karen Fukuhara,  Jay Hernandez, Jai Courtney, dan aktor yang namanya paling susah saya hafal dan setiap nulis harus cek google dulu, Adewale Akkinuoye- Agbaje sudah cukup blend dengan karakternya masing- masing, hanya saja memang penampilannya sekedar minor characters belaka. Terlebih karakter Killer Croc hanya sebagai karakter pengganti saja. Tadinya Ayer mau memakai karakter King Shark yang lebih dikenal sebagai anggota Suicide Squad ketimbang Croc, namun karena akan menharuskan penggunaan full CGI, maka karakter manusia hiu tersebut digantikan oleh manusia buaya.

5

Naskah merupakan salah satu kelemahan dari film ini. Ditambah dengan skill Ayer yang menurun dibandingkan film- filmnya yang lalu. Plot yang disajikan oleh film ini bisa kita pisahkan menjadi 2 bagian. Yang pertama di treat sebagai origins story dari keseluruh karakter. Character treatment merupakan hal yang cukup menonjol dari film ini. Salah satunya ada origins story masing- masing karakter yang dibuat hanya dalam beberapa menit saja. Bagian pertama ini seakan mendobrak tradisi MCU dan DCCU yang menyiapkan film solo untuk memberikan origins serta latar belakang karakter sebelum disatukan dalam sebuah film. Sebenarnya bagian pertama ini bisa dibuat lebih baik lagi. Tapi dengan apa yang sudah disajikan oleh Ayer, saya rasa sudah cukup. Bagian kedua adalah aksi para member dalam misi pertamanya bersama- sama ini. Di bagian keduanya ini, kisah yang dihadirkan sangat mirip dengan naskah video game. Di mana sekelompok tim naik helikopter, ditembak jatuh, lalu harus meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki menuju tujuan misi dengan melewati beberapa rintangan dan harus menghadapi pasukan musuh. Hanya saja ketidakberaturan dalam penulisan naskah membuat bagian keduanya ini terasa hambar dan tidak rapi. Bahkan misi yang harus dijalankanpun tidak tergambar jelas, meskipun sebenarnya misi sebenarnya merupakan sebuah twist, namun tidak terasa seperti twist.

suicide-squad07

Editing adalah salah satu hal terpenting dalam film ini yang malah tidak dilakukan dengan baik. Lompatan antara scene membuat capek mata. Belum lagi dengan script yang terlalu lemah. Seakan ingin memberikan plot berlapis yang berhasi di delivery oleh Assault on Arkham, malahan dibuat hambar dengan editing yang buruk dan cara bertutur Ayer yang kurang enak. Namun untuk adegan laganya sudah disajikan cukup seru. Kesalahan fatal lainnya adalah racikan original score serta sound editing yang buruk, bahkan mengingatkan saya pada film- film kelas B atau sinetron- sinetron dengan score yang tidak mampu menghidupkan adegan yang tersaji di layar. Hambar. Untungnya barisan soundtrack yang dihadirkan, baik itu lagu yang khusus diciptakan untuk film ini maupun lagu yang sudah terkenal yang dipinjam untuk film ini, cukup memberikan feel dan meningkatkan beat setiap adegan yang diwakilkan. Tak ayal dengan skrip yang lemah, editing yang buruk, maupun score yang jelek membuat film ini tak ayal seperti film kelas B semata.

6

Ayer juga memberikan fans service yang cukup banyak di film ini. Tanpa bermaksud untuk spoiler, banyak gimmick, adegan, cameo, mid credit scene yang mengarah kepada Justice League ataupun easter egg yang ditampilkan, sudah cukup baik. Dan hal itu menjadi salah satu sisi positifnya. Suicide Squad juga semakin menjelaskan bahwa DC tidak ingin terlalu terkekang dengan komitmennya dalam film tanpa joke dan terlalu serius. Suicide Squad dipenuhi banyak joke ringan yang mampu menambahkan keasyikan tersendiri. Mungkin belajar dari BvS, yang terlalu serius. Dan lagi secara bisnis, jika bisa menghibur 1000 orang kenapa harus menghibur 100 orang? Jika bisa menghibur seluruh penonton, kenapa hanya terfokus untuk memuaskan fans sejati saja? (dnf)

Rating:

7.5/10

4 thoughts on “Suicide Squad (2016)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s