Tiga Dara (1957)

Poster

Directed By: Usmar Ismail

Cast: Chitra Dewi, Mieke Widjaya, Indriati Iskak, Bambang Irawan, Rendra Karno, Hasan Sanusi, Fifi Young

Synopsis:

Seorang duda bernama Iskandar (Hasan Sanusi) memiliki tiga anak cantik yang bernama Nunung (Chitra Dewi), Nana (Mieke Widjaya), dan Nenny (Indriati Iskak). Sepeninggal sang ibu, ketiga saudari ini dirawat dan dibesarkan oleh neneknya (Fifi Young). Tidak seperti Nenny yang masih kecil dan Nana yang mudah bergaul, Nunung adalah seorang anak rumahan yang kolot dan kaku. Sifat tersebut membuat sang nenek khawatir akan cucu tertutanya ini menjadi perawan tua. Beberapa kali dia coba menjodohkan Nunung namun selalu gagal. Hingga suatu hari dia bertemu dengan Toto (Rendra Karno) yang jatuh hati terhadap Nunung. Namun sifat Nunung yang dingin dan jual mahal membuat Nana merebut kesempatan untuk mendekati Toto, meski sebenarnya ada kawannya yang setia menantikan cintanya, Herman (Bambang Irawan).

Review:

1

Meskipun selalu dianaktirikan di negaranya sendiri, film Indonesia pernah merasakan masa- masa kejayaannya beberapa dekade yang lalu. Sebelum akhirnya terpuruk ke lembah film erotis, banyak judul- judul menarik yang menorehkan tinta sendiri di industri perfilman nasional. Sebut saja judul seperti Tiga Dara. Film yang dulunya dibuat untuk mengangkat keterpurukan Perfini ini diakui sebagai salah satu film yang memiliki pengaruh. Pada masanya, Tiga Dara sangat populer hingga betahan 12 minggu lebih di bioskop dan mengangkat nama- nama pemainnya, yang selain cantik juga memiliki skill akting yang baik. Namun meskipun sempat menyandang Penata Musik Terbaik dalam FFI 1960 dan diputar dalam Festival Film Venesia pada tahun 1959, sayangnya sang sutradara menganggap hasil akhir film ini melenceng dari visi awal Perfini, selain kekecewaan pribadi yang tidak ingin membuat film komersil. Setidaknya film ini sudah mendapatkan remake 2 kali. Pertama pada tahun 1980 dengan judul Tiga Dara Mencari Cinta, yang dibintangi oleh almarhum Jojon. Dan yang berikutnya berjudul Ini Kisah Tiga Dara yang ditangani oleh Nia Dinata dan akan tayang bulan September besok.

2

Film Tiga Dara mendapatkan kesempatan untuk menjadi film Indonesia kedua yang direstorasi setelah Lewat Djam Malam. Tidak tanggung- tanggung, restorasi yang dilakukan ke dalam format 4K. Hasil akhirnya ternyata di luar dugaan. Ketajaman gambar yang dihasilkan tidak kalah dengan hasil- hasil restorasi film- film hitam putih negara lain. Sebut saja misalnya film hasil restorasi universal monsters macam Dracula dan Frankenstein. Ya meskipun untuk kualitas suara masih belum terlalu maksimal, tapi masih bisa dinikmati.

3

Kisah Tiga Dara sangatlah sederhana. Jika dibandingkan dengan film- film modern, mungkin film ini sangat simple (seperti film- film Indonesia pada masa itu). Namun dari ke- simpe-an tersebut melahirkan sebuah sajian manis dengan plot yang masih relevan untuk ukuran masa kini. Seperti halnya ketakutan orang tua terhadap anak gadisnya yang belum menikah meski akan menginjak usia 30. Selain itu penonton akan dibuat tertawa dengan adegan- adegan di layar. Baik itu adegan komedi yang sengaja diciptakan untuk mengundang tawa, maupun trend, fashion, sudut pandang masa itu yang mungkin membuat penonton masa kini sedikit menyungging senyuman. Seperti trend pakaian, gaya pergaulan, maupun ukuran cowok keren masa itu. Lagu dan musik- musik yang ditampilkan juga enak didengar dan mampu mewakilkan adegan yang sedang berjalan di layar.

5

Jajaran cast membawakan perannya dengan sangat baik. Bahkan untuk ukuran sekarangpun, akting serta chemistry-nya sudah terjalin dengan bagus. Bisa dikatakan, permainan akting yang dibawakan sangat natural dan tidak seperti dibuat- buat. Apalagi ketiga pemain utamanya. Kemampuan olah vokalnya pun patut diacungi jempol. Almarhumah Chitra Dewi bisa membawakan peran Nunung yang kolot, jutek, dan kalau mau disebut dengan istilah modern “Girl Power” yang cukup menonjol, di mana dia digambarkan seperti tidak butuh laki- laki. Mieke Widjaya mampu berperan bitchy dan centil. Satu hal yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, bahwa aktris senior yang seumur hidup saya melihat biasanya membawakan peran ibu- ibu ternyata bisa berperan cukup nakal. Lalu Indriati Iskak yang bisa dikatakan membawakan peran center of the heart-nya ketiga saudari dengan tampilannya yang polos dan centil.

5

Setelah Tiga Dara, setidaknya akan ada 10 film Indonesia lainnya yang positif mendapatkan kesempatan untuk direstorasi. Di antaranya adalah film Di Bawah Lindungan Ka’bah karya Asrul Sani. Dan beberapa di antaran lainnya merupakan film Benyamin S dan Rhoma Irama. Upaya restorasi ini adalah untuk menyelamatkan film Indonesia agar bisa disaksikan kembali mengingat media asli yang disimpan di Pusat Sinematek Indonesia sudah semakin mengkhawatirkan. Format baru yang memiliki ketajaman yang cukup tinggi. Diharapkan nantinya penonton kita akan lebih mencintai film nasional dan tidak segera melupakan, bahwa bangsa kita sempat membuat film- film apik yang meski sudah berpuluh- puluh tahun masih enak untuk dinikmati. Hanya saja harapan saya pribadi adalah film- film hasil restorasi tersebut akan dibuatkan format home video. Anyway, ternyata sebelumnya Rudy Soedjarwo pernah berniat me-remake film ini di tahun 2004 dengan pemain Dian Sastro, Kris Dayanti, dan Siti Nurhaliza. Cuman gak kesampaian. (dnf)

Score:

8/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s