Jack Reacher: Never Go Back (2016)

Poster

Directed By: Edward Zwick

Cast: Tom Cruise, Cobie Smulders, Danika Yarosh, Aldis Hodge, Holt McCallany, Patrick Heusinger, Robert Knepper, Madalyn Horcher

Synopsis:

Meski telah mengundurkan diri dari jabatannya, namun Jack Reacher (Tom Cruise) kerap menjadi informan untuk penerusnya di Polisi Militer, Mayor Susan Turner (Cobie Smulders) atas kejahatan- kejahatan yang dilakukan oleh oknum penegak hukum. Namun ketika ingin mengunjungi Susan, Reacher mendapatkan kabar bahwa Susan ditangkap dan dipenjara atas tuduhan mata- mata. Reacher yang tidak percaya dengan tuduhan tersebut, membantu Susan untuk kabur dari penjara dan mencoba menyibak konspirasi di balik penangkapan tersebut. Di lain sisi, Reacher baru saja mengetahui bahwa dia memiliki seorang anak gadis remaja bernama Samantha (Danika Yarosh). Yang otomatis menjadi target ParaSource, jasa keamanan swasta yang menjadi otak di balik penangkapan Susan.

Review:

1

Jack Reacher yang rilis tahun 2012 lalu, merupakan adaptasi dari novel One Shot yang merupakan rangkaian seri novel Jack Reacher karangan Lee Child. Dengan mengedepankan sosok seorang Tom Cruise menjadi daya jual utama, film ini mendapatkan sambutan yang cukup positif. Meski banyak fans yang kurang setuju dengan pemasangan Cruise sebagai jagoan utama. Mengingat Jack Reacher versi Lee Child yang digambarkan di buku lebih mendekati sosok Dwayne Johnson yang tinggi besar ketimbang Tom Cruise yang pendek. Sama halnya dengan karakter Robert Langdon yang diciptakan lebih mirip Harrison Ford, namun pada versi filmnya diperankan oleh Tom Hanks. Yang membuat Jack Reacher menarik adalah karakter sang protagonis yang sudah tidak percaya dengan sistem hukum dan lebih memilih untuk menegakkan hukum dengan caranya sendiri tanpa menjadi seorang vigilante. Selain itu akting Cruise yang memberikan karakter Reacher menjadi seorang bad-ass yang pintar dan independent.

2

Sekuelnya kali ini mengalami perubahan tongkat penyutradaraan yang diestafet dari Christopher McQuarrie ke tangan Edward Zwick. Perubahan ini menjadikan template film memiliki nuansa yang berbeda. Baguskan? Sebenarnya bisa dikatakan bagus. Dengan aksi yang lebih padat dan adegan laga yang lebih brutal dan menumpuk, sudah pasti akan mampu menggelitik rasa penasaran penonton. Namun di sinilah letak kesalahannya. Jack Reacher pertama memberikan warna kisah detektif yang lebih kental. Penyelidikan Reacher ketika itu bukan hanya dengan menggunakan bak bik buk dar der dor saja. Namun daya analisa yang tinggi dalam menyusun kepingan puzzle sangat menarik. Di sekuelnya kali ini aroma yang ditempelkan lebih mirip formula Mission: Impossible, yang juga telah dirombak total oleh Cruise dari sebuah film spionase menjadi full action. Hasilnya di mata awam, tidak ada yang berbeda antara franchise Jack Reacher dan Mission: Impossible. Seandainya masih setia dengan nuansa detektif yang kental, tentu saja akan memberikan warna tersendiri bagi film ini.

3

Perubahan warna, juga berpengaruh kepada perubahan gaya naskah, yang tadinya lebih menegangkan menjadi kurang begitu berasa. Dari opening saja jika dibandingkan dengan film sebelumnya sudah berbeda. Jika di film pertama opening cukup membikin bulu kuduk berdiri, di film keduanya ini opening terasa cheesy layaknya film- film Hollywood lainnya. Beberapa pengulangan juga dirasakan di film ini. Saya tidak bermaksud spoiler, namun jika dicermati, beberapa sequence memang seperti mengulang sequence dari film sebelumnya. Selain juga Mission: Impossible, film ini juga seperti terinspirasi oleh franchise Jason Bourne. Di mana gaya berkelahi, penanganan action sequence, kejar- kejaran juga mengingatkan kita kepada mantan agen CIA yang diperankan oleh Matt Damon tersebut.

4

Namun bukan berarti Jack Reacher: Never Go Back tidak memiliki nilai lebih dibandingkan film pertamanya. Dengan memasukkan karakter Samantha yang dimainkan dengan sangat sempurna oleh Danika Yarosh, membuat kompleksitas karakter Reacher lebih menarik, selain mengeluarkan sisi humanisnya. Dan jika berbicara mengenai cast, Yarosh menampilkan akting yang paling bagus ketimbang senior- seniornya. Bahkan ketika harus beradu akting dengan Smulders dan Cruise, dia mampu mengungguli mereka berdua. Selain masalah kedalaman karakter, seperti dikatakan tadi, sajian action-nya sangat padat dan sudah pasti akan mampu memompa adrenalin penonton. Dan bagi saya pribadi, adegan- adegan laga cukup menutup segala kekurangan film ini. Another sequel? Mungkin saja jika penghasilan box office-nya cukup menjanjikan. Namun di sekuelnya nanti, saya mengharapkan nuansa detektifnya lebih ditonjolkan lagi. Sehingga karakter Jack Reacher tidak menjadi fotokopian dari Ethan Hunt. (dnf)

Rating:

7.5/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s