xXx: Return of Xander Cage (2017)

Poster

Directed By: DJ Carusso

Cast: Vin Diesel, Donnie Yen, Deepika Padukone, Kris Wu, Tony Jaa, Ruby Rose, Nina Dobrev, Rory McCann, Michael Bisping, Toni Collette, Samuel L. Jackson, Neymar Jr., Hermione Corfield

Synopsis:

Sekelompok teroris menerobos masuk ke kantor CIA dan berhasi mencuri sebuah alat bernama Pandora Box, yang bisa merusak dan menjatuhkan satelit ke bumi. Salah satu korban dari satelit jatuh tersebut adalah Augustus Gibbons (Samuel L. Jackson). Untuk melawan geng teroris yang dipimpin oleh Xiang (Donnie Yen), agen CIA, Marke (Toni Collette) memanggil kembali agen xXx, Xander Cage (Vin Diesel) untuk melacak dan merebut kembali Pandora Box.

Review:

1

Medio pergantian Milenium menjadi masa keemasan bagi Vin Diesel. Pasalnya, pada masa- masa itu, aktor yang memiliki saudara kembar ini, mendapatkan predikat sebagai aktor aksi laga baru. Bersama mantan pegulat bebas, Dwayne Johnson, Diesel dinobatkan sebagai the next Stallone dan Schwarzenegger. Berkat 3 film yang melejitkan namanya; Pitch Black, xXx, dan The Fast and The Furious. Meledaknya film- film yang tadinya dianggap sebagai kuda hitam, membuat para pemodal ingin memanfaatkan popularitas Diesel yang kala itu sedang menanjak untuk meneruskan film- film aksi tersebut menjadi sebuah franchise. Namun Diesel lebih memilih untuk meneruskan perannya sebagai Richard B. Riddick dan menolak membintangi sekuel dua film lainnya. Namun ternyata pilihannya kurang tepat, karena pasalnya The Chronicles of Riddick, yang mengusung tema lain daripada Pitch Black menjadi bulan- bulanan kritikus.

2

Namun untungnya Diesel menyadari kesalahannya tersebut. Dengan kembalinya memerankan Dominic Toretto lewat penampilan cameo-nya dalam jilid ke-3 The Fast and The Furious, Diesel menyatakan untuk kembali ke franchise yang sekarang menjadi salah satu ladang emas bagi Universal Pictures itu. Mungkin digamangi oleh kecemasan orang bosan dengan film balap- balapan, pada tahun 2006 Diesel mengumumkan untuk meneruskan sepak terjang Xander Cage lewat installment ketiga xXx, meski pada film keduanya sudah diceritakan tewas di Bora Bora.

3

Saat melihat film ketiganya, yang memiliki style berbeda dengan kedua film pertamanya, membuat kita mengingat franchise Mission: Impossible, yang setiap serinya memiliki style beragam mengikuti ciri khas sutradaranya. Jika pada jilid kedua, nuansa Afro American- nya kental sekali, pada jilid ketiga ini D.J. Carusso semakin mengentalkan aura generasi MTV yang ditonjolkan lewat hingar bingar, hura- hura, dan alunan musik kerasnya. Lah, sama dong sama film pertama? Untuk membedakannya, Carusso menambahkan unsur komedi konyol yang lebih banyak dan malah terkadang seperti meledek peran para aktor di film lainnya. Selain itu, dengan mengkopi style Tom Cruise pada Mission: Impossible atau Sylvester Stallone pada The Expendables, Diesel merubah template film menjadi team action movie yang hanya menonjolkan satu karakter utama saja.

4

Namun atmosfir The Fast and The Furious kental terasa dalam film ini. Apalagi dengan memainkan unsur teamwork yang kebanyakan dilakoni aktor- aktris kurang terkenal. Dengan ini, Diesel mencoba bermain aman. Dalam arti, Diesel mencoba untuk mem-familiar-kan plot filmnya di mata para fans. Dan para aktris/ aktor baru juga bisa berdoa syukur- syukur bisa ikut terkenal. Namun bisa jadi bumerang juga. Takutnya seperti Gal Gadot dan Sung Kang yang “dimatikan” dalam franchise kebut- kebutan, sebagai bentuk konsekuensi kekurang tenarannya, agar franchise tidak terlalu penuh dan memberikan ruang untuk aktor- aktor lebih terkenal seperti The Rock dan Jason Statham. Bisa jadi hal ini akan cukup mencemaskan bagi jajaran pendatang baru di film ketiga ini, kalau- kalau karakter mereka terpaksa “dipensiunkan” demi masuknya aktor yang lebih menjual.

5

Melihat film ini ada 2 catatan yang bisa kita perhatikan. Yang pertama adalah, Return of Xander Cage mengikuti film- film belakangan ini yang seperti ingin mengakrabkan diri dengan pasar RRC. Seperti kita ketahui, banyak film unggulan belakangan ini yang memakai bintang mandarin untuk memancing minat penonton RRC. Dalam film ini diwakilkan oleh Donnie Yen; yang menggantikan Jet Li, Kris Wu, dan Tony Jaa (yang meskipun bukan dari RRC, tapi film- filmnya sangat akrab di mata penonton Asia. Yang kedua adalah film ini cowok banget. Seperti jajaran cewek cakep (Ruby Rose, Deepika Padukone, Nina Dobrev, Hermione Corfield, dan Ariadna Gutierrez- Arevalo) yang pastinya akan memanjakan mata para wanita, juga adegan aksi yang sangat menegangkan. Ditambah bonus penampilan pemain depan Barca berkebangsaan Brazil, Neymar Jr.

6

Secara garis besar, film ini masih cukup menghibur. Meskipun masih jauh di bawah kualitas film pertamanya (tapi masih di atas film kedua) dan barisan cameo yang cukup menarik. Ditambah twist di akhir kisah yang sangat menggelitik. Plot dan skenario tidak perlu diambil pusing. Meski dipenuhi banyak plothole tidak jadi masalah. Karena bukan skenario yang dicari saat menonton film ini. Akhir kata, saya ingin mengkutip kalimat dari Agent Gibbons “Let me simplify for you. Kick some ass, get the girl, and try to look dope while you do it.” (dnf)

Rating:

7.5/10

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s