Logan (2017)

Poster

Directed By: James Mangold

Cast: Hugh Jackman, Patrick Stewart, Dafne Keen, Boyn Holbrook, Stephan Merchant, Elizebeth Rodriguez, Richard E. Grant

Synopsis:

Tidak jauh di masa depan, di mana mutant sudah jarang ditemukan dan anggota X-Men sudah mati atau hilang ditelan bumi, Logan (Hugh Jackman) mengasingkan diri sambil merawat Charles Xavier (Patrick Stewart) dengan bantuan Caliban (Stephan Merchant). Logan mengumpulkan uang untuk bisa membeli perahu dan tinggal di lautan bersama sang profesor. Namun ketenangan mereka diusik ketika seorang suster bernama Gabriela (Elizabeth Rodriguez) mendatanginya untuk meminta perlindungan bagi seoran anak kecil bernama Laura (Dafne Keen) yang menjadi incaran para Reavers, cyborg yang dipimpin oleh Donald Pierce (Boyd Holbrook). Ternyata Laura bukanlah sembarang anak kecil, namun memiliki sebuah rahasia yang bisa membuat Logan merasakan menjadi manusia lagi.

Review:

1

Tidak dipungkiri lagi, Hugh Jackman merupakan salah satu nilai jual tertinggi bagi Saga X-Men. Dibuktikan dengan wajahnya menjadi satu- satunya yang muncul di setiap judul filmnya. Bahkan untuk Deadpool, meski hanya berbentuk print out saja. Aktor yang bisa disandingkan dengan Robert Downey Jr. di MCU ini memang sangat beruntung. Mendapatkan peran salah satu mutant favorit dari tangan Dougray Scott, yang saat itu lebih memilih menjadi musuh Tom Cruise merupakan sebuah anugerah terbesar dalam karirnya. Keberuntungan juga datang ketika para fans ternyata puas dengan performa Jackman yang mampu menampilkan sosok Wolverine yang ganas dan brutal. Belum lagi tampilan Jackman yang bisa juga jadi daya tarik bagi penonton wanita yang terpaksa harus menemani pacarnya nonton X-Men.

3

Setelah kesuksesan Deadpool yang meski mengusung rating R, namun cukup memberikan keuntungan yang cukup tinggi, Fox merasa bahwa mereka harus menggunakan treatment yang sama untuk film solo ketiga Wolverine ini. Mengingat karakterisasi sang tokoh yang aslinya cukup brutal di komik. Dan memang dengan meningkatkan kadar violence cukup tinggi, membuat film ini jauh lebih menghibur ketimbang dua fim pendahulunya yang memilih rating PG-13. Cerita yang diambil dari storyline Old Man Logan dengan sedikit unsur Death of Wolverine memang cukup kuat, khususnya dalam menggambarkan Wolverine yang sudah tua dan tidak seprima dulu. Hal ini sebenarnya cukup bagus, mengingat raut wajah Jackman yang semakin tua dan tidak semulus di film X-Men dulu. Setidaknya lebih masuk akal dengan karakterisasi di film. James Mangold yang ikut turun langsung dalam penulisan naskah, mampu membuat cerita yang solid dan cukup manusiawi.

4

Ketika menyaksikan film Logan, feel yang didapat bukanlah menyaksikan film superhero. Tapi seperti menyaksikan film action seperti Jason Bourne, Mad Max, atau James Bond versi Daniel Craig. Tema cerita pun memiliki nuansa western yang cukup kental. Terlebih dalam menggambarkan kisah redemption seorang legend. Unsur drama yang dimasukan untuk menggambarkan sisi manusiawi Logan, cukup baik dan tidak membuat film menjadi terlalu dragging. Pemilihan jajaran cast juga cukup bagus. Boyd Holbrook yang cukup akrab bagi penonton Narcos, memang lebih cocok menjadi villain seperti dalam film Run All Night ketimbang menjadi protagonis seperti di film seri yang menceritakan sepak terjang Pablo Escobar itu. Sebagai aktris cilik, Dafne Keen mampu mengungguli Hugh Jackman. Dirinya mampu menjadi scene stealer karena menggabungkan pesona lugu anak kecil dan kebringasan seorang pembunuh terlatih. Mengingatkan kita kepada Chloe Moretz dalam Kick- Ass.

2

Sayangnya keputusan Jackman yang menyatakan akan berhenti memerankan Wolverine sempat membuat para fans kecewa. Banyak spekulasi yang menyebutkan bahwa X-Men akan di reboot lagi atau akan ada pemain baru yang menggantikan sosok Jackman sebagai sosok Wolverine. Sangat susah membayangkan ada aktor lain yang memerankan tanpa harus me reboot dari awal semua universe X-Men. Ditambah lagi Patrick Stewart yang juga mengumumkan dalam suatu wawancara bahwa film Logan merupakan penampilan terakhir dirinya sebagai Professor X. Belakangan Jackman mengerluarkan statement bahwa dirinya bersedia menggunakan cakar adamantium lagi jika Wolverine menjadi bagian dari MCU. Suatu hal yang cukup sulit, mengingat Fox cukup tambeng dalam mempertahankan hak film karakter- karakter X-Men. Meskipun fans mengharapkan studio ini akan luluh dan mengikuti jejak Sony untuk share dengan Disney. Or at least Wolverine- nya aja. (dnf)

Rating:

9/10

 

The Lone Ranger (2013)

Lone Ranger: “Hi-yo Silver! Away!”

Image

Directed By: Gore Verbinski

Cast: Armie Hammer, Johnny Depp, William Fithcner, Tom Wilkinson, Ruth Wilson, Helena Bonham Carter, James Badge Dale, Bryant Prince, Barry Pepper

Synopsis:

Dan (James Badge Dale) dan John Reid (Armie Hammer) adalah sepasang kakak- adik yang meiliki sifat yang berbeda. Jika Dan, yang seorang kapten Texas Ranger menggunakan berbagai macam cara demi menjalankan tugasnya, termasuk membunuh pelaku kriminal, John, yang seorang pengacara, lebih memilih menangkap hidup- hidup pelaku kriminal untuk diadili.

Setelah Dan tewas di tangan kriminal sadis Butch Cavendish (William Fitchner), John mau tidak mau harus bergabung dengan seorang Indian misterius bernama Tonto (Johnny Depp) untuk menangkap penjahat tersebut. Untuk itu John, yang sudah dianggap tewas oleh Cavendish, harus menggunakan topeng dan menggunakan nama Lone Ranger.

Review:

Image

Sebagai sebuah icon pop culture, The Lone Ranger, yang diangkat dari sebuah sandiwara radio sejak tahun 1933, sudah lumayan dikenal di negeri Paman Sam. Namun untuk di Indonesia sendiri masih cukup jarang yang mengenal karakter koboi vigilante yang menggunakan kuda putih bernama Silver dan bersahabat dengan seorang Indian bernama Tonto ini. Kecuali bagi mereka yang berusia di atas 30 tahun, karena dulu salah satu serial TVnya pernah diputar di TV Nasional kita.

The Lone Ranger itu sendiri adalah buah karya dari pasangan penulis- produser sandiwara radio, Fran Striker dan George W. Trendle yang kelak akan menciptakan karakter The Green Hornet 3 tahun sesudahnya. Dan untuk menggambarkan cross reference di antara keduanya, diceritakanlah bahwa Britt Reid, alter ego The Green Hornet adalah anak dari Dan Reid, Jr. Yang berarti The Green Hornet adalah anak dari keponakan The Lone Ranger.

The Lone Ranger sudah sering diangkat di berbagai macam media. Baik itu novel, komik, serial TV, action figure, film lepas, video game, ataupun serial animasi. Bahkan dalam salah satu serial animasi yang berjudul The Tarzan/ Lone Ranger Adventure di mana dirinya dipasangkan dengan ikon- ikon pop culture lainnya seperti Tarzan dan Zorro.

Image

Sebenarnya rencana untuk mengangkat film ini sudah cukup lama. Sebelum akhirnya jatuh ke tangan produser Jerry Bruckheimer yang langsung menggaet sutradara yang berhasil menciptakan franchise Pirates of The Carribbean. Demi ingin menciptakan satu hype baru maka diajaklah tim di balik kesuksesan franchise tersebut. Namun apakah hasil akhirnya mampu menyamai kisah petualangan bajak laut itu?

Well, untuk segi cerita sebenarnya duet Ted Elliot dan Terry Rossio sudah cukup mampu menciptakan suatu plot yang cukup setia dengan kisah original- nya. Bahkan beberapa trademark ikonik turut diselipkan di film berdurasi 151 menit ini. Mulai dari jam yang selalu memiliki nilai penting hampir di seluruh cerita The Lone Rangercathcphrase Kemosabe yang memiliki arti trusted friend, kuda putih jagoan bernama Silver, cathcphrase “Hi-Yo, Silver! Away!” yang pada awalnya diperuntukkan bagi pendengar sandiwara radio untuk menunjukkan adegan berkuda akan segera dimulai, silver bullets, dan yang paling memorable adalah theme song William Tell Overture yang uniknya lebih dikenal sebagai theme song The Lone Ranger meski aslinya adalah instrumental introduction untuk opera berjudul William Tell. Untuk menambah seru- seruan untuk film ini, Elliot dan Rossio juga menyelipkan adegan- adegan petualangan komikal yang kerap ditampilkannya di POTC.

106628

Namun dikarenakan ingin terlalu setia dengan plot aslinya dan tidak mau menyakiti hati para fans, Elliot dan Rossio jadi terlalu sibuk dengan drama dan adegan- adegan “ngobrol” yang berlebihan. Berbeda dengan POTC yang bisa maksimal dalam menampilkan sisi fun dari sebuah film petualangan. Ini sebenarnya bisa dimaklumi mengingat POTC adalah sebuah karya original meskipun diadaptasi dari wahana permainan berjudul sama di Disneyland.

Dari departemen casting hampir seluruh pemain cukup pas dalam porsinya masing- masing. Terlebih penampilan William Fitchner dan James Badge Dale. Fitchner dibalik make up nya yang jempolan (bahkan saya sampai pangling), mampu memerankan karakter musuh bebuyutan Lone Ranger dan Tonto dengan sempurna. Meskipun aktingnya di menjelang ending terlalu komikal dan menurunkan kadar kesadisan dan keangkeran seorang Butch Cavendish. Dale yang dalam film musim panas 2013 ketiganya ini kembali bermain dengan sangat baik, seperti yang pernah ditampilkannya lewat Iron Man 3 dan World War Z. Tidak menutup kemungkinan 3-4 tahun lagi dia mampu mengukir nama di Hollywood meskipun masih sebatas pemeran pembantu.

Image

Namun cast lainnya nampak biasa- biasa saja. Armie Hammer, meskipun mampu berakting dan merubah aksennya dengan baik, namun malah membawakan karakter Lone Ranger menjadi seorang whinning boy yang membuat penonton gemes di beberapa adegan. Khusus untuk Tonto malah merupakan karakter terburuk yang pernah dibawakan Depp. Dengan make-up lebay dan bangkai burung gagak di kepala malah terlihat aneh dan tidak nampak seperti seorang mentor ataupun indian berwibawa. Aktingnya pun terlalu ke– Sparrow- Sparrow- an yang malah terlihat jayus, maksa, dan tidak lucu sama sekali. Well, untuk urusan akting aneh memang Depp jagonya. Namun di sini selain dengan makeup sableng, dan melepas atribut Keith Richards- nya, karakter Tonto masih terlihat terlalu Sparrow. Beda dengan karakter- karakter Depp paska Sparrow lainnya seperti The Mad Hatter, Barnabas Collins, atau Sweeney Todd yang memiliki trade mark tersendiri. Untuk cast lainnya saya rasa sudah cukup pas. Meskipun sebenarnya karakter yang diperankan Helena Bonham Carter sangat tidak penting. Oya mengenai jajaran cast ada yang lucu juga. Dan Reid, Jr. di film ini diperankan oleh aktor pendatang baru Bryant Prince. Namun di film The Green Hornet (2011) diperankan oleh Tom Wilkinson. Yang lucunya Wilkinson di sini memerankan karakter pegawai Perusahaan Kereta Api yang menggoda ibunya Dan, Jr.

Unsur buddy movie yang sering menjadi nilai tambah di setiap franchise The Lone Ranger jadi merasa kurang di sini. Nampak sekali terlihat pengulangan bromance Jack Sparrow dan Will Turner di mana suatu kondisi mengharuskan mereka bekerja sama meskipun memiliki kepentingan masing- masing dan terkadang tidak ragu- ragu untuk saling mengorbankan satu dan yang lainnya.

xthe-lone-ranger-william-fichtner.jpg.pagespeed.ic.n3Bpv9SU8g

Namun selain unsur- unsur kekecewaan itu, The Lone Ranger masih menyimpan beberapa adegan yang cukup berkesan. Seperti kuda Silver yang dibuat terlalu sakti dan aneh yang cukup sukses dalam memancing tawa dan malah lebih menarik dibandingkan kejayusan Johnny Depp yang membuat saya tepok jidat sepanjang film.

Well, sebagai penutup The Lone Ranger merupakan satu film blockbuster yang cukup flop menurut saya. Dan ini juga merupakan perjudian yang gagal. Mengingat sebenarnya film western sudah lumayan lama mati suri di Hollywood sebelum akhirnya tahun lalu kembali di reborn kan oleh Quentin Tarantino. Film ini akhirnya menjelma menjadi John Carter baru untuk Disney. Di mana mereka terlalu ingin setia dengan origins masing- masing karakter yang malahan membuat durasi terlalu lama sehingga membuat sebagian besar jadi boring, tidak straight to the point, dan membuat cerita terlalu lemah dan dragging di beberapa scene. Anyway, jangan buru- buru beranjak dari bangku. Karena ada credit scene yang cukup menarik, Kemosabe! (dnf)

Rating:

6.5/10